Minggu, 09 Desember 2012

MODUL  4
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN


Kegiatan Belajar 1
Pengertian, Fungsi dan Tujuan Menyimak


Kemampuan menyimak sebagai salah satu kemampuan berbahasa awal yang harus dikembangkan, memerlukan kemampuan bahasa resepsi dan pengalaman, dimana anak sebagai penyimak secara aktif memproses dan memahami apa yang didengar.
1.       Pengertian Menyimak
Sebelum kita ketahui apa itu menyimak, terlebih dahulu kita perlu membedakan tiga istilah yang sering orang menyamakan maknanya. Tiga istilah tersebut adalah mendengar, mendengarkan, dan menyimak. Dalam bahasa Inggris padanan kata kata mendengarkan adalah to hear, sedangkan padanan kata menyimak adalah to listen. Mendengar bersifat represif pasif dan terjadi secara alamiah karena seseorang memiliki indra pendengaran. Jadi, mendengar bisa tanpa sengaja dan tanpa tujuan, serta yang didengar bisa bunyi apa saja. Artinya bunyi yang didengar tidak hanya bunyi bahasa, tapi bisa bunyi bom, bunyi ombak, dan lain lain.
Dalam kegiatan mendengarkan dilakukan dengan sengaja, penuh kesadaran dan bertujuan. Seperti yang dikemukakan oleh Laundsteen (1979 : 1) mendengar meliputi cara penerimaan suara sedangkan mendengarkan merupakan penertemahan suara-suara yang masuk dalam arti merupakan proses oleh pembicara dan mengubah arti dalam otak. Jadi mendengarkan adalah proses yang aktif secara sadar termasuk menghubungkan arti dengan suara yang didengar. Akan tetapi, menurut (Akhadiah, 1995/1997 : 147) dalam kegiatan mendengarkan belum ada keinginan atau upaya pendengar untuk betul-betul memahami makna yang didengarkan, berbeda dengan menyimak. Dalam kegiatan menyimak sudah ada faktor kesengajaan, perhatian, dan usaha pemahaman akan sesuatu yang disimak.
Kegiatan menyimak dapat dilakukan oleh seseorang dengan bunyi bahasa sebagai sumbernya, sedangkan mendengar dan mendengarkan bisa bunyi apa saja. Jadi, menyimak kandungan makna yang lebih spesifik bila dibandingkan dengan menengar dan mendengarkan. Namun, sekali lagi dalam penggunaannya istilah mendengarkan dan menyimak sering digunakan secara bergantian atau disamakan artinya. Seperti dalam GBPKB TK 2004 istilah yang digunakan adalah mendengarkan. Dalam modul ini pun istilah mendengarkan dan menyimak digunakan secara bergantian.
Lalu apa yang dimaksud dengan menyimak ?
Menyimak menurut Anderson, 1972 : 69) menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi. Pendapat ini dipertegas oleh Tarigan (1990 : 25) bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Sejalan dengan itu Sabarti juga mengemukakan bahwa menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan menengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.
Jadi, berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah kegiatan mendengarkan secara aktif dan kreatif untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang disampaikans ecara lisan.



2.     Fungsi Menyimak
         Apabila kita amati dalam kehidupans ehari-hari, kegiatan menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang paling banyak kita lakukan diantara tiga keterampilan berbahasa lainnya. Hampir setiap saat kita melakukan kegiatan menyimak. Kegiatan menyimak tersebut kita lakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung, seperti melalui media elektronik. Pernyataan ini juga didukung oleh hasil penelitian yang pernah dilakukannya ternyata presentase waktu untuk menyimak paling besar dibanding waktu untuk membaca, menulis dan berbicara yang digunakan responden penelitiannya. Pendpaat ini juga diperkuat oleh Bromley bahwa da dua alasan mengajari anak mendengarkan. Dua alasan tersebut yaitu (1) anak dan orang dewasa sebagian besar menghabiskan waktunya untuk mendengar (2) kemampuan mendengarkan sangat penting tidak hanya belajar di dalam kelas tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Mendengarkan pidato, berita dan percakapan termasuk keahlian yang sering kita gunakan.
         Jika dapat disimpulkan bahwa menyimak memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Demikian pula dalam kehidupan anak. Walaupun kemampuan mendengarkan merupakan kemampuan berbahasa yang secara alamiah dikuasai oleh setiap anak yang normal, ketrampilan menyimak ini harus dikembangkan melalui stimulasi-stimulasi dan latihan-latihan karena keterampilan berbahasa tidak akan dapat dimiliki secara optimal termasuk menyimak di dalamnya kalau tidak dikembangkan dan dilatihkan.
        Apa saja fungsi atau peranan menyimak bagi anak? Sabari (1992 : 149) mengemukakan bahwa menyimak berperan sebagai (1) dasar belajar bahasa, (2) panjang ketrampilan berbicara, membaca dan menulis, (3) penunjang komunikasi lisan, (4) penambah informasi atau pengetahuan.
         Adapun menurut Hunt dalam Tarigan (1986 : 55) fungsi menyimak adalah (1) memperoleh informasi, (2) membuat hubungan antar pribadi lebih efektif, (3) agar dapat memberikan respon yang positif, (4) mengumpulkan data agar dapat membuat keputusan yang masuk akal.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan ketrampilan menyimak dapat berfungsi untuk :
1)        Menjadi dasar belajar bahasa, baik bahasa pertama maupun bahasa kedua.
       Kemampuan berbahasa tidak akan dimiliki oleh seseorang kalau tidak diawali dengan kegiatan mendengarkan. Seorang anak dapat mengucapkan kata mama, papa dan sebagaimana setelah ia sering dan berulang-ulang menyimak pengucapan kata-kata tersebut dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Demikian pula halnya pada saat anak belajar bahasa asing. Kegiatan mungkin diawali dengan menyimak cara pengucapan fonem, kata, dan kalimat sebelum dia bisa mengucapkan sebuah kata dan menggunakannya dalam kegiatan berbicara.
2)        Menjadi dasar pengembangan kemampuan bahasa yang harus dimiliki anak sebelum diajarkan membaca.
Seperti dikemukakan oleh Tom dan Harriet Sobol, salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki anak sebelum diajarkan membaca adalah kemampuan membedakan auditorial. Artinya anak mampu membedakan suara-suara di lingkungan mereka dan mampu membedakan bunyi-bunyi huruf atau fonem yang mereka dengarkan (2003 : 26). Pendapat ini juga diperkuat oleh Pflaun dan Steinberg dalam Tampubolon bahwa kemampuan anak memahami bahasa lisan menjadi salah satu ciri penanda kesiapan anak diajarkan membaca (1991 : 64).
3)        Menunjang ketrampilan berbahasa lainnya
       Apabila bahasa pembicara sama dengan bahasa penyimak, maka penyimak dari hasil simakannya akan dapat mengetahui ciri-ciri bahasa pembicara. Hal ini dapat menunjang kemampuan berbicara penyimak. Selain itu, penyimak dari hasil simakannya akan memperoleh tambahan perbendaharaan kata yang dapat meningkatkan ketrampilan berbahasanya, baik lisan (berbicara dan menyimak) maupun tulisan (membaca dan menulis).)
4)        Memperlancar komunikasi lisan
       Setelah menyimak pembicaraan seseorang, tentu penyimak akan dapat mengetahui isi atau makna pembicaraan tersebut, maka akan terjadi komunikasi antar pembicara antara pembicara dan penyimak. Hal ini berarti, menyimak dapat memperlancar komunikasi lisan.
5)        Menambah informasi atau pengetahuan
       Pengetahuan tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi atau informasi lainnya tidak hanya diperoleh melalui membaca, tetapi juga melalui menyimak. Pengetahuan baru tersebut dapat diperoleh melalui kegiatan mendengarkan berita, ceramah, diskusi dan lain sebagainya.

3.    Tujuan Menyimak
       Bermacam-macam tujuan orang menyimak. Tujuan seseorang menyimak tergantung pada niat setiap orang. Tarigan mengemukakan ada tujuh tujuah orang menyimak, yaitu (1) untuk belajar, (2) untuk memecahkan masalah, (3) untuk mengevaluasi, (4) untuk mengapresiasi, (5) untuk mengkomunikasikan ide-ide, (6) untuk membedakan bunyi-bunyi, (7) untuk meyakinkan.
        Sejalan dengan pendapat tersebut Sabari juga mengemukakan beberapa tujuan menyimak, yaitu (1) menyimak untuk belajar, (2) menyimak untuk menghibur diri, (3) menyimak untuk menilai, (4) menyimak untuk mengapresiasi, dan (5) menyimak untuk memecahkan masalah.
       Dari pendapat di atas dapat disimpulkan tujuan menyimak bagi anak adalah :
1           Untuk belajar
       Bagi anak TK tujuan mereka menyimak pada umumnya adalah untuk belajar. Misalnya belajar untuk membedakan bunyi-bunyi yang diperdengarkan guru, mendengarkan cerita, permainan bahasa. Jadi, anak TK melakukan kegiatan menyimak lebih cenderung bukan karena keinginan anak iru sendiri tetapi karena ditugaskan sehubungan dengan kegiatan dalam pembelajaran.
                                    2)    Untuk mengapresiasi
       Artinya menyimak bertujuan untuk dapat memahami, menghayati dan menilai bahan yang disimak. Bahan yang disimak dengan tujuan ini biasanya berbentuk karya sastra, seperti cerita atau dongeng dan puisi.
3)    Untuk menghibur diri
       Menyimak yang bertujuan untuk menghibur diri artinya dengan menyimak anak merasa senang dan gembira.
4)    Untuk memecahkan masalah yang dihadapi
       Tujuan ini biasanya ditemui pada orang dewasa. Orang yang sedang  punya permasalahan bisa mencari pemecahannya melalui kegiatan menyimak.
Tujuan menyimak ini masih bisa ditambahkan dengan tujuan-tujuan lain yang lain tergantung pada niat seseorang untuk menyimak. Perkembangan ketrampilan menyimak pada anak berkaitan erat satu sama lain dengan ketrampilan berbahasa khususnya berbicara. Anak yang berkembang ketrampilan menyimaknya, akan berpengaruh terhadap perkembangan ketrampilan berbicara. Kedua ketrampilan berbahasa tersebut merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang bersifat langsung dan dapat merupakan komunikasi yang bersifat tatap muka (Brooks, dalam Tarigan, 1986).
Kemampuan menyimak melibatkan proses menginterpretasi dan menterjemahkan suara yang didengar sehingga memiliki arti tertentu. Kemampuan ini melibatkan proses kognitif yang memerlukan perhatian dan konsentrasi dalam rangka memahami arti informasi yang disampaikan. Sebagian besar anak dapat menyimak informasi dengan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuannya dalam membaca.
1)        Acuiry, yaitu kesadaran akan adanya suara yang diterima oleh telinga, misalnya mendengar suara anak yang sedang bermain, mendengar suara mesin tik dan sebagainya.
2)        Auditory discrimination, yaitu kemampuan membedakan persamaan dan perbedaan suara atau bunyi, misalnya suara hujan berbeda dengan suara mesin tik; pertanyaan seseorang tidak sama dengan pernyataan seseorang : duri dan dari berbeda bunyinya dan sebagainya;
3)        Auditing, yaitu suatu proses dimana terdapat asosiasi antara arti dengan pesan yang diungkapkan. Proses ini melibatkan pemahaman terhadap isi dan maksud kata-kata yang dingkapkan. Sebagai contoh yaitu memahami pernyataan “kamu boleh berlari-lari di taman”; “gerakan badanmu ke kiri dan ke kanan” (Buttery dan Anderson, dalam Bromley, 1991).
       Auding melibatkan aspek perkembangan semantik dan sintaksis. Dengan memahami semantik, berarti anak memiliki pengetahuan tentang berbagai arti kata, sedangkan sintaksis berkaitan dengan pemahaman anak terhadap aturan dan fungsi kata.
Bromley (1991) mengemukakan bahwa proses menyimak aktif terjadi ketika anak sebagai penyimak menggunakan auditory discrimation dan acuity dalam mengidentifikasi suara-suara dan berbagai kata, kemudian menterjemahkannya menjadi kata yang bermakna melalui auding atau pemahaman.
       Menyimak aktif bukanlah sekedar menterjemahkan pesan pembicara, namun terlibat sebagai peserta aktif dengan mendengarkan, mengidentifikasi, dan mengasosialikan arti dengan suara bahasa yang disampaikan. Penyimak yang efektif dapat memusatkan perhatiannya pada apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya, memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah pembicara, dan memonitor tentang kesesuaian apa yang mereka dengar dengan yang mereka pikirkan. Penyimak aktif memproses informasi yang datang dan berusaha mengkonstruksi arti suara tersebut


























Kegiatan Belajar 2
Pengembangan Kemampuan Menyimak di TK



1.   Jenis-Jenis Menyimak Yang Dikembangkan Di TK
Kemampuan berbahasa merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang diprioritaskan untuk dikembangkan di lembaga ini. Sebelum anak diajarkan membaca dan menulis anak terlebihd ahulu harus memiliki kemampuan menyimak.
Adapun jenis-jenis menyimak yang dapat dikembangkan untuk anak TK menurut Bromley (1990) adalah sebagai berikut :
1)  Menyimak Informatif
Menyimak atau mendengarkan informasi untuk mengidentifikasi dan mengingat fakta-fakta, ide-ide dan hubungan-hubungan.
Ada beberapa kegiatan yang dapat direncanakan atau ditugaskan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan menyimak informatif.
a.         Membiarkan / menyuruh anak menutup mata lalu menundukkan kepalanya di atas meja, kemudian suruh mereka membadakan bunyi (meraut pensil) , mendorong buku, membuka pintu, mendorong kursi) lalu tanyakan kepada mereka untuk menebak suara apa yang muncul.
b.         Mengajarkan kepada anak-anak bagaimana menerima pesan telepon secara singkat.
c.         Mengajak anak-anak berjalan-jalan
d.        Membacakan paragraf pendek tentang ilmu pengetahuan atau ilmu sosial. Kemudian ajukan pertanyaan-pertanyaan tentang apa, siapa, mengapa, dan kapan. Jawabannya harus berupa pilihan dan anak untuk menerangkan faktanya untuk dapat menjawab.
e.         Membaca sajak atau cerita. Kadang hilangkan sebuah kata atau kalimat pada akhir cerita, kemudian suruh anak melengkapi atau mengisi kata atau kalimat yang hilang tersebut.
f.          Ajak anak untuk menggambarkan dalam pikriannya tentang apa yang mereka dengar dari cerita. Kemudian suruh anak melengkapi atau mengisi kata atau kalimat yang hilang tersebut.
g.         Ajak anak untuk menggambarkan dalam pikirannya tentang apa yang mereka dengar dari cerita yang Anda bacakan. Diskusikan tentang bagaimana mereka menyusun gambaran visualnya.
h.         Menggambarkan sebuah objek di kertas grafik dengan garis yang lurus. Minta anak-anak untuk menadai arah utara, selatan, timur, dan barat pada kertas grafik. Setelah menentukan titik permulaan, berikut petunjuk pada anak langkah demi langkah untuk menggambar sebuah objek, misal ke utara 2 persegi, ke barat 2 persegi. Akan tetapi, jenis kegiatan seperti ini lebih cocok digunakan untuk anak yang sudah lebih besar, seperti anak di SD.
2)  Menyimak kritis
Menengarkan kritis lebih dari sekedar mengidentifikasi dan mengingat fakta, ide dan hubungan-hubungan. Kemampuan ini membutuhkan kemampuan untuk menganalisis apa yang di dengar dan membuat sebuah keterangan tentang hal tersebut dan membuat generalisasi berdasarkan apa yang didengar.
Beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan menyimak krisis pada anak adalah sebagai berikut :
a.         Membacakan cerita pendek lalu ajak anak untuk mengungkapkan ide utama dari cerita yang mereka dengar. Untuk membantu anak usia Taman Kanak-Kanak mengungkapkan ide cerita bisa dipandu dengan pertanyaan dan guru.
       Perlu anda ketahui bahwa manfaat membacakan cerita pada anak anak disamping dapat mengembangkan kemampuan menyimak mereka juga dapat memberi keuntungan yang lain, yaitu :
1)        Merangsang anak untuk ingin membaca
2)        Mempertinggi kebebasan kemampuan membaca
3)        Memperluas pengalaman dan ketertarikan anak
4)         Memperjelas kepada anak tentang buku yang tidak dibaca
b.         Membacakan teka-teki dan mengajak anak menebak berbagai jawaban
c.         Mengajak anak-anak membuat teka-teki sendiri lalu membacakan pada teman-temannya
d.        Mengajak anak menonton cerita pada televisi atau VCD, lalu mintalah kesan anak tentang cerita tersebut. Atau ajukan pertanyaan yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis anak. Misalnya pertanyaan : ”Kamu senang tidak dengan cerita tadi?”. Siapa tokoh dalam cerita tersebut ? bagaimana sifat-sifat tokohnya ? Tokoh mana yang kamu sukai ? Mengapa ? ”Dan seterusnya.

3)  Menyimak apresiatif.
Menyimak apresiatif adalah kemampuan untuk menikmati dan merasakan apa yang di dengar. Penyimak dalam jenis menyimak ini larut dalam bahan yang disimaknya. Anak akan terpaku dan terpukau dalam-dalam menikmati dramatisasi atau puisi. Secara imajinatif, penyimak seolah-olah ikut mengalami, merasakan, melakukan karakter dari perilaku cerita yang dilisankan.
Ada tiga media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan menyimak ini, yaitu :
a)         Musik merupakan media yang paling nyata untuk membantu anak menghargai dan menikmati apa yang didengar
b)        Bahasa yang berirama, meliputi semua sajak. Taman kanak-kanak. Membacakannya dengan lantang di depan anak membantu mereka memahami dan merasakan irama dan ritme bahasanya.
c)         Patung visual, berhubungan dengan musik yang menciptakan atmosfer khusus atau irama yang membuat pesan yang disampaikan diperkirakan dapat lebih menambah ketertarikan anak dalam mendengarkan.
Adapun beberapa kegiatan yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan menyimak apresiatif pada anak adalah sebagai berikut :
1)        membacakan anak koleksi cerita, seperti cerita bintang atau cerita lain sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak untuk mengenalkan anak pada pengulangan kata dan nyanyian yang berulang. Bicarakan tentang perasaan, suasana hati, atau gambaran yang muncul dalam cerita.
2)        Membacakan bacaan yang berkualitas pada anak, menggiring perhatian mereka pada penggunaan onomatope (kata-kata yang suaranya seperti artinya) Membicarakan tentang perasaan, suasana hati, atau gambaran yang muncul pada cerita.
3)        Membacakan semua tipe puisi pada anak dan membantu mereka merespon isi puisi dengan visualisasi dan perasaan. Gunakan kepekaan penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman dan perabaan. Dorong anak untuk bergabung dan membacakannya sehingga mereka merasakan perasaan puisi tersebut dari pengucapannya sendiri.
4)        Berbagi buku puisi bergambar atau buku bergambar. Menurut Glazer (1990) puisi yang diberi ilustrasi yang cantik akan berdampak dua kali lipat pada pembacanya dibandingkan dengan kualitas puisi yang lebih artistik namun tanpa ilustrasi.
5)        Mengundang seorang pencerita untuk mengunjungi kelas, sehingga anak dapat belajar untuk menikmati bentuk kesenian khusus.

2.    Strategi Pengembangan Kemampuan Menyimak
   Berbagai strategi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyimak. Paley dalam Bromley mengemukakan bahwa ada cara yang dapat dilakukan oleh orang dewasa sebagai contoh pada anak agar menjadi pendengar aktif. Cara-cara tersebut diantaranya adalah :
1)   Tetap diam, artinya penyimpak tidak menambahkan kata-kata sewaktu terjadi keragu-raguan ketika seorang pembicara sedang berhenti. Yang harus dilakukan adalah tetap diam dan menyerap pesan yang disampaikan. Jadi, di sini guru harus menjadi contoh penyimak yang baik. Jika anak mengajukan pertanyaan, guru jangan langsung menjawab sebelum pertanyaan itu selesai diajukan anak.Teori dan penelitian membuktikan bahwa anak akan belajar lebih banyak jika guru mendengarkan lebih banyak (Bromley).
2)   Mempertahankan kontra mata. Cara yang terbaik untuk membatasi informasi yang masuk adalah dengan tetap menjaga kontak mata dengan pembicara. Caranya guru bisa melihat ke sekeliling atau duduk dekat anak.
3)   Menggunakan bahasa nonverbal. Seorang pendengar aktif memproses semua informasi yang disampaikan oleh pembicara. Seorang pendengar aktif akan mencoba mendengar apa kata anak dan melihat bagaimana itu menjadi sebuah kenyataan. Jadi, untuk membantu pemahaman anak terhadap apa yang diperdengarkan, guru bisa memanfaatkan bahasa nonverbal, seperti gerakan tanga, mimik atau ekspresi.
4)   Menangkap pengertian. Apabila pendengar mendengar suatu ketdiaksesuaian antara apa-apa yang didengar, pendengar dapat menmukan waktu yang tepat untuk menanyakan sebuah pernyataan atau perjanjian.
5)   Membagi kesan mental. Pendengar terlibat aktif dalam mendengar dan mengolah apa yang didengar sehingga menjadi lebih mengerti
6)   Mendorong berbicara. Bagaimana orang dewasa mendorong anak untuk berani berbicara dan percaya diri ketika di rumah maupun di sekolah
7)   Partisipasi kelompok.
Kegiatan yang dapat dilakukan secara berkelompok yang dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak adalah seperti bekerja berpasangan, bermain peran atau dramatisasi dan lain-lain. \
Secara lebih khusus metode-metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan menyimak pada anak Taman Kanak-Kanak adalah sebagai berikut :
a.    Simak – Ulang Ucap
     Metode simak ualng ucap biasanya digunakan dalam memperkenalkan bunyi-bunyi tertentu seperti bunyi kendaraan suara binatang, bunyi pintu ditutup atau juga bunyi bahasa. Bunyi bahasa atau huruf biasanya diperkenalkan pada saat pertama anak belajar membaca atau mengenal bunyi-bunyi huruf.
b.    Simak – Kerjakan
     Model ucapan guru berisi kalimat perintah. Anak mereaksi atas perintah guru. Reaksi anak dalam bentuk perbuatan. Kegiatan ini juga sangat cocok diterapkan di Taman Kanak-Kanak. Seperti untuk mencapai hasil belajar, anak mampu melaksanakan 2-3 perintah secara berurutan. Penggunaan metode ini bisa dilakukan dalam bentuk permainan atau perlombaan. Misalnya anak dibagi menjadi dua kelompok. Kedua kelompok berbaris dengan rapi dan guru menyampaikan aturan permainan, misalnya anak tidak boleh menyebutkan kata yang dibisikkan guru dengan suara keras. Lalu masing-masing kelompok menunjuk siapa komandannya. Kemudian guru membisikkan kalimat perintah pada komandan kelompok dan komandan kelompok membisikkan pada anggota berikutnya. Nanti dilihat kelompok mana yang lebih duluan mengerjakan perintah yang dibisikkan guru. Kegiatan ini bisa dilakukan di luar kelas.
c.    Simak – Terka
     Guru menyiapkan benda-benda yang tidak diketahui atau tidak diperlihatkan kepada anak. Lalu menyebutkan ciri-ciri benda tersebut dan anak ditugaskan untuk mereka benda yang dimaksud.
d.   Menjawab Pertanyaan
     Guru menyiapkan bahan simakan berupa cerita. Sangat diharapkan taraf kesukaran cerita baik dari segi isi maupun bahasanya disesuaikan dengan kemampuan anak. Kemudian guru menyampaikan bahan tersebut secara lisan, baik dengan menceritakan maupun dengan membacakannya. Lalu guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan cerita tersebut. pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diajukan pada saat kegiatan menyimak berlangsung. Hal ini bertujuan untuk membantu anak memahami isi cerita. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan misalnya : Siapa yang berbicara anak-anak? Apa yang dibicarakannya? Mengapa ia berbicara? Dimana ia berbicara?. Bentuk pertanyaan atau bahasa yang digunakan dalam pertanyaan juga bisa disesuaikan dengan kemampuan anak.
e.    Parafrase
     Guru mempersiapkan sebuah puisi yang cocok untuk anak. Guru membacakan puisi tersebut. Anak menyimak dan kemudian ditugaskan menceritakan kembali isi puisi tersebut dengan kata-kata sendiri.
f.     Merangkum
     Guru menyiapkan bahan simakan berupa cerita yang tidak terlalu panjang. Isi dan bahasanya juga disesuaikani dengan kemampuan anak. Setelah guru menceritakan anak ditugaskan untuk menceritakan isi cerita tersebut dengan kalimat sendiri. Bagi anak TK, kalau anak kesulitan dalam menemukan isi cerita bisa dibantui dengan pertanyaan-pertanyaan oleh guru.
g.    Bisik Berantai
     Metode ini juga dapat Anda gunakan di Taman Kanak-Kanak. Guru membisikkan suatu pesan kepada seorang anak. Atau, yang dibisikkan juga bisa berupa tiga kata berurutan sesuai tema tertentu. Lalu anak yang pertama membisikkan pesan atau kata-kata tersebut pada anak kedua. Anak tersebut membisikkan pada anak ketiga atau begitu seterusnya. Anak terakhir menyebutkan isi pesan itu dengan suara keras di depan kelas.
h.    Identifikasi
     Kata Kunci Metode identifikasi kata kunci ini sebetulnya lebih cocok diberikan untuk anak usia SD artinya untuk anak yang sudah memiliki pengetahuan tentang struktur kalimat.
Dari uraian tentang macam-macam metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan menyimak anak, perlu juga diketahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih metode tersebut. Untuk menentukan metode mana yang akan kita gunakan terlebih dahulu guru harus memperhatikan beberapa hal, yaitu apa tujuan yang akan dicapai, situasi dan kondisi kelas, ke sesuai dengan anak, penguasaan atau pengetahuan guru tentang metode tersebut, dan lain-lain.

Latihan
1.    Jelaskan perbedaan mendengar, mendengarkan dan menyimak
2.    Jelaskan fungsi kemampuan menyimak berikut faktor-faktor yang  berpengaruh terhadap
      kemampuan tersebut !







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar